Let's talk about His love not our sin

Tuesday, April 6, 2010

Tanda-tanda spiritualitas manusia mandek adalah ia merasa hampa atau tidak pernah merasa terpuaskan dalam hidupnya. Menjadi hal yang manusiawi bila kemudian ia, pada akhirnya, merindukan aspek spritualitasnya sejalan dengan kehidupan duniawinya. Sayangnya, saat ia mulai melangkah menuju hubungan transedental itu, langkahnya terhenti sekejap. Ia mulai teringat dengan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. Ia merasa betapa tidak sempurna dan tidak layaknya ia berhadapan dengan Tuhan. Inilah kecenderungan manusia: fokus pada kelemahannya, ketimbang kekuatannya.

Apakah ada manusia yang benar-benar sempurna? Tentunya tidak ada. Bila ada seseorang mengarang sebuah lagu tentang kekasihnya yang sempurna di matanya, itu karena si pengarang lagu mencintai kekasihnya itu. Lagu indah itu juga sama dengan kasih Tuhan pada manusia. Ia selalu melagukan syair tentang kita yang adalah ciptaan-Nya yang paling mulia. Ia menyebut kita biji mata-Nya, berharga di mata-Nya.

Bagi yang percaya Yesus Kristus, Ia bahkan merelakan Nyawa-nya untuk menebus kita dari hukuman maut atas dosa. Bisa kita bayangkan betapa berharganya manusia bagi Yesus, hingga Ia rela disiksa dan disalibkan. Ia memandang kita layak menerima pengorbanan-Nya itu. Bukan lantaran perbuatan kita, melainkan cinta kasih-Nya pada kita: manusia yang dicintai-Nya sepenuh hidup-Nya dan sempurna di mata-Nya.

Jadi untuk apalagi kita merasa malu-malu atau ragu-ragu untuk 'menelepon' Tuhan, dan mengatakan "Lord, thank you,"... "Lord, I love you." Atau mungkin "Lord, how great what You've done to me." Jangan mau diintimidasi oleh pikiran yang menurunkan derajat kita. Ini saatnya kita berjalan maju dengan kepala tegak dan percaya diri bahwa kita layak mendapatkan yang lebih baik.

bercinta dalam kehidupan

Monday, April 5, 2010

saya sudah tiga tahun bekerja di tempat yang sama, sementara ex-co worker saya ada yang sudah pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi bisa dibilang saya sepertinya yang paling senior di kantor. Asal tidak dibandingkan dengan pemiliknya xixixi.

Seorang teman bertanya pada saya, "Kok bisa ya lu tahan di kantor ampe tiga tahun gitu. gajilu gede ya disitu? orang kantornya asyik-asyik ya?" Saya hanya menjawab, "Mungkin." Ia menatap saya dengan raut wajah kebingungan. Sebenarnya dua poin yang teman saya tanya di atas bukanlah alasannya.

Saya bukanlah tipe orang yang mudah berpaling. Saat saya sudah mencintai sesuatu, perasaan saya akan tetap seperti itu adanya. Dan saya sudah terlanjur cinta pada dunia tulis-menulis. Saya pun sangat mencintai perasaan cinta saya pada dunia itu. Cinta ini datang begitu saja tanpa paksaan. Kalau mau dibilang bakat, entahlah. Yang saya tahu saya punya cinta untuk hal itu.

Saya pun merasa hidup sangatlah singkat, jadi sayang saja bila saya melakukan sesuatu dalam hidup saya karena terpaksa. Lagipula saya sepantasnya bersyukur karena masuk dalam kategori orang-orang yang beruntung dibayar untuk melakukan pekerjaan yang dicintai. Itulah alasan saya bertahan di kantor saya saat ini.

so ikatlah diriku...

Tuesday, March 30, 2010

suka membayangkan bahwa saya adalah manusia bebas dari ikatan. entah ikatan agama, ikatan gender, ikatan suku, ikatan bangsa atau ikatan pekerjaan. saya ingin menjalani hidup dengan apa adanya saya, berhubungan dengan siapa saja tanpa dihantui perbedaan, melakukan apa saja tanpa dipusingkan perihal label "itu bukan untuk perempuan" dan sebagainya. banyak hal di dunia ini yang bisa saya lakukan, pikirkan, ucapkan, namun tidak jadi karena sadar dengan adanya ikatan saya dengan beragam subyek itu. oh.. senangnya kalau saja saya adalah manusia yang benar-benar bebas seutuhnya. apakah manusia benar-benar ditakdirkan untuk kebebasan? saya skeptis.


teman-teman saya yang belum punya pacar ingin punya pacar, yang belum menikah ingin menikah, yang sudah menikah ingin memiliki anak, yang sudah memiliki agama menginginkan agama lain, yang menganggur ingin pekerjaan menetap, yang freelancer juga berusaha mencari klien. daftar ini akan terus bertambah.. jadi cukup di situ saja. saya berharap mereka sadar bahwa setiap peralihan itu ada konsekuensi yang ia akan dapat, entah ikatan hubungan dengan pasangannya dengan varian aturan atau kontrak kerja. saya pun demikian.

dan saya menyimpulkan manusia tidak ditakdirkan untuk kebebasan. Ia akan selalu mencari apa yang ia inginkan sampai ia bisa mendapatkannya; tanpa sadar ia terikat dengan pencarian itu dan dengan apa yang ia dapatkan.

sunshine by Josh Rouse

Wednesday, March 24, 2010

Forget all your little problems
Forget all the boys you left at the bar
I got a stash...been savin' for months now
California's not very far
Come on lady, take this bum and make him right
You're my steady, you're the one that makes me feel
Sunshine
I wanna be your baby daddy
I wanna be your self-employed
Pack up the van, and we'll go drivin'...
To the coastal state

.. the lyric is so light, like smoke a cigarette beneath the blue sky while you're waiting for your loved one to come.